Monday, January 18, 2016

Haninda Hasnah



haninda hazna imut dan mungil...terlahir dikampung plosok, mendambakan kehidupan di saat remaja yang damai, bahagia, dan sejahtera.







Friday, March 28, 2014

Membangun Pedesaan

oleh : Mustaqfirin, ZA
Membangun Pedesaan Agar Menjadi Pedesaan yang Maju

Sebelum menyusun strategi pembangunan pedesaan kita lihat pola dan kondisi geografis kawasan pedesaan, disamping keadaan masyarakatnya,

macam-macam pola kehidupan masyarakat pedesaan menurut geografisnya sebagai berikut :
1.Pedesaan Kawasan Pertanian Sawah subur
2. Pedesaan Kawasan Perkebunan subur
3. Pedesaan yang kesuburan tanahnya kurang
disamping itu juga perlu dilihat dari segi keberagaman masyarakatnya, karena masyarakat pedesaan ada 2 sisi keberagaman :
a. masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok, agama, dan budaya  (homogen)
b. masyarakat yang terdiri dari seagama dan sealiran juga satu kesatuan budaya.

jadi dari macam-macam pola kehidupan masyarakat pedesaan diatas kita bisa mengambil strategi pembangunan kawasan pedesaan yang ada.

hal- hal yang perlu diperhatikan adalah karena masyarakatnya mayoritat petani/pekebun dan buruh maka pemimpin di desa tersebut bisa menentukan langkah untuk pembangunan kawasan pedesaaan dengan memajukan :

a. Pendidikan
    langkah yang ditempuh yakni dengan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan disamping selalu memotivasi dan memberikan masukan yang baik kepada para pendidik, juga melakukan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan pendidik.

b. Kepemudaan
     maju mundurnya suatu kawasan pedesaan adalah terletak tulang punggung pemudanya karena mereka adalah generasi penerus perjuangan kedepan. maka perlu diambil langkah memajukan kegiatan kepemudaan disamping memberikan pelatihan-pelatihan UMKM, Wirausaha, Pertanian, Keterampilan dan masih banyak lagi kegiatan pengembangan kepemudaan. melakukan komukasi yang intens dengan pemuda masyarakat, apabila ada hal rapat desa pemuda perlu juga diikut sertakan, kalau ada proyek infrastruktur pemuda pun diikutkan.

c. Kesehatan
    masyarakat pedesaan sangat memerlukan perhatian dari para pemimpin di Desanya dalam hal Kesehatan, karena masyarakat pedesaan disamping ekonomi lemah jangkauan untuk periksa atau ke rumah sakit jauh. maka lebih baik seandainya Desa mempunyai Kas yang cukup bisa dibelikan ambulan Desa yang mana apabila ada yang mau ke Dokter untuk berobat/melahirkan atau ke rumah sakit  kalau ada yang sakit ambulan Desa yang selalu siap mengantarnya, dengan menarik biaya uang bensin dan supir saja. tidak perlu mengambil biaya yang berlebihan karena ini milik Desa operasinal anggaran Desa.
dalam pelayanan mengurus surat-surat untuk dirumah sakit agar tidak membebankan warga perangkat Desa membuatkan surat-surat keperluan rumah sakit dan sekaligus salah satu perangkat setiap ada warga sakit sedia ikut mengantarkannya.
kalaupun Desa ada dana khusus bisa memberikan santunan kepada yang sakit.

d. Kegiatan Kemasyarakatan
para pemimpin di Desa (Kepala Desa dan Perangkatnya) aktif terjun kamasyarakat dalam hal kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, baik keagamaan, sosial dan budaya. menjadi pelopor dan mendorong semangat kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
sebagai contoh :
- Majlis Taklim
- Kerja Bakti
- Paguyuban Kesenian dll.

e. Pelayanan Prima
memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat dalam mengurus surat-surat, baik KK, Akte Kelahiran, KTP, dan surat-surat pengantar lainnya. cepat, tepat dan tidak membebankan banyak biaya kepada masyarakat. kalau bisa semua ditanggung pemerintah Desa biayanya kalau memang tidak mampu Desa hanya menarik biaya transport saja, selebihnya adalah diambilkan dari ADD desa.

f. Pembangunan Insfrastruktur Desa
# Gang Jalan
    gang jalan kampung di pedesaan dibangun apabila masih jalan tanah atau bebatuan dengan mengunakan rabat beton/ aspal apabila gang jalan tersebut dilalui angkutan berat atau dengan menggunakan batako apabila gang-gang kecil yang hanya dilalui motor atau orang saja. dan selalu diawasi kondisi gang apabila rusak segera direnovasi jangan sampai sudah dibangun trus tidak mau tahu keadaannya tanpa ada pemantauan.

# Saluran Irigasi
   saluran irigasi pertanian/ perkebunan perlu juga menjadi perhatian pemimpin Desa karena ini merupakan penting bagi masyarakat petani. semua saluran irigasi  pertanian di Desa dibangun secara bertahap dengan cor/ semen. juga selalu diawasi kalau ada kerusakan-kerusakan segera dibenahi.

# Jalan
   jalan Desa atau jalan kampung apabila ada kerusakan dengan cepat dang tangkas pemimpin segera mengambil langkah untuk perbaikan, dan apabila ada jalan yang belum dibangun agar dibangun baik itu jalan menuju lahan pertanian/ perkebunan maupun jalan yang menghubungkan suatu kawasan kekawasan lain di Desa tersebut. pembangunan jalan untuk memperindah kawasan pedesaan perlu adanya Landscaaping/turfing (taman jalan), got (sarana pembuangan air), slope (tanah miring) pada tepi got.

# Saranat Ibadah
   pemerintah Desa memberikan dana stimulan bagi tempat-tempat ibadah dan tempat kegiatan keagamaan yang akan/ sedang membangun juga memberikan dorongan kepada masyarakat sekitar pembangunan agar lebih bersatu, gotong royong dan cepat selesai. dan baik hasil pembangunannya.

# Taman Desa
    taman Desa sebagai ciri khas keindahan Desa apabila Desa tersebut ingin terlihat maju dan indah alangkah baiknya di bangun Taman Desa, ini tidak perlu besar dan luas. sesuai dengan lahan yang ada. pembangunan taman Desa bisa di kawasan masuk Desa di Tengah Desa atau ujung jalan yang strstegis.

# Gapura
   selain taman, untuk memprindah Desa biasanya dibangun Gapura sebagai lambang kawasan Desa tersebut yang dibangun di jalan masuk Desa.

# Pos Jaga (Ronda)
   pos ronda di Desa perlu dibangun di stiap RT atau RW menurut kemampuan Desa, pembangunannya juga harus permanen sehingga kalau sudah permanen tinggal perawatan saja tidak perlu bangun terus-menerus tiap tahun atau tiap rusak.

# Pasar Kecil/ Tradisional
   pasar kecil juga perlu dibangun apabila kawasan pedesaan tersebut strategis dan luas disamping jumlah penduduk padat. mempermudah jual-beli hasil pertanian di pedesaan tersebuat. dan apabila Desa sudah memiliki pasar perlu pemimpin Desa memperhatikan dan selalu memberi arahan kemajuan juga mengembangkannya.

 # Mendirikan Koperasi Desa (KUD)
    tujuannya untuk melayani masyarakat yang kekurangan modal usaha, baik pertanian/perkebunan ataupun usaha pedagang kecil atau usaha kerajinan dll. agar usaha mesyarakat berjalan dengan baik, dengan bunga yang cukup rendah sekali dengan ssegala kemudahan untuk pemijaman. membangun ekonomi kerakyatan demi kesejahteraan rakyat.

semua harus dibarengi dengan niatan pemimpin yang jujur, bersih dan peduli dengan rakyat kecil. kemanusiaan yang adil dan beradab menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat adalah amanat UUD 45.









Tuesday, March 18, 2014

Profil Cah Ndeso

Profile Cah Ndeso

MUSTAQFIRIN ( lahir di Kendal, 13 Juni 1978 ) banyak orang kampung memanggil firin, kalau teman-teman di Semarang akrab memanggilnya Mus. terlahir di sebuah Desa terpencil yakni Desa Mojoagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal.

Pendidikan dari Taman Kanak-Kanak Wira Pertiwi Mojoagung lulus tahun 1985, SD Negeri 1 Mojoagung lulus tahun 1991, MTs Darul Amanah Sukorejo lulus tahun 1994, MA Mu'allimin Weleri lulus tahun 1997, Universitas Darul Ulum Jombang lulus tahun 2014.

Mustaqfirin masa kecil layaknya cah ndeso, suka main di kali cari ikan, klayaban di kebun, bermain sepak bola hujan-hujanan bersama teman-teman di kampunynya, cari kayu bakar, dan masih banyak aktifitas layaknya orang ndeso.

setelah menginjak dewasa lulus pendidikan SLTA berhasrat membuka lembaga pendidikan SLTP sederajat di kampungnya Mojoagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal, karena merasa dia sekolah jauh begitu payah untuk melaluinya sehingga terketuk hatinya bagaimana di kampungnya bisa berdiri sekolah lanjutan, cita-cianya tersebut tidak bisa langsung terlaksana. setelah lulus MA Mu'allimin dia di ajak paman dan saudaranya di Semarang untuk mengurus lembaga pendidikan yang baru berdiri yang didirikan oleh keluarganya tepatnya di Mangkang Wetan, Tugu Semarang, yaitu lembaga pendidikan setingkat SLTP bernama MTs "Uswatun Hasanah" berdiri pada tahun 1999.
dengan kegigihanna Mustaqfirin disamping mengurus di MTs Uswatun Hasanah mendirikan sebuah Pondok Pesantren kecil bersama adiknya yang diberi nama Pondok Pesantren Darul Husna di Karanggayam Mangkang Wetan Tugu Semarang dengan santri pertama 7 anak (santri).

setelah sekian lama tinggal di Semarang dia memutuskan kembali ke kampung halaman di Mojoagung Plantungan Kendal pada bulan September 2009. dan mendirikan Yayasan Sosial bernama Yayasan Falahul Huda Moojoagung tepat pada tanggal 28 November 2010, yang juga diketuai langsung oleh dia.

semangat untuk kemaslahatan ummatnya tinggi akhirnya apa yang dicitakan semenjak lulus STLA mendirikan lempaga pendidikan lanjutan di kampungnya berhasil dengan mendirikan MTs Falahul Huda di Majasem Mojoagung Kecamatan Plantungan Kabupaten Kendal pada tahun 2011. dengan tidak menarik biaya bulanan kepada siswa-siswinya, karena tidak ingin membebankan kepada masyarakat kampung yang kehidupannya mayoritas bertani. agar tetap bisa melanjutkan pendidikan kepada anak-anak mereka.

perjuangan untuk kepentingan rakyat kecil dan jiwa sosialnya terus menggema di dada, dengan banyaknya penindasan-penindasan oleh aparatur negara atau orang kuat terhadap yang lemah akhirnya mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada tahun 2011 dengan misi visi menghilangkan segala bentuk penindasan terhadap rakyat.

pada tahun 2013 mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlokasi di Kebongembong Pageruyung Kendal bersama rekannya di Kebongembong, karena melihat Pendidikan Anak Usia Dini disana belum ada. 

Mustaqfirin semangat juang membela rakyat kecil semoga terus jangan patah semngat, karena sejak dia dalam jenjang pendidikan jiwa sosialnya tinggi, ingin andil mengemban amanat UUD 45 yakni "mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara". juga menghilangkan segala bentuk penindasan kepada rakyat. ingin menciptakan sesuatu kedamaian, keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran.



Monday, March 10, 2014

PENGERTIAN SEHAT JASMANI DAN ROHANI

SEHAT JASMANI DAN ROHANI

A. PENGERTIAN KESEHATAN JASMANI

Pengertian Kesehatan Jasmani - Kesehatan merupakan dasar peningkatan dan pembinaaan kesegaran jasmani. Pola hidup sehat pada dasarnya adalah suatu kesatuan program yang meliputi program kesehatan, kesegaran jasmani, gizi dan aktifitas rekreasi yang bila dilaksanakan dengan baik dan benar akan mendukung tercapainya produktifitas tubuh yang tinggi.

Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan pola hidup sehat adalah sebagai berikut:
  • berpenampilan lebih sehat dan ceria;
  • dapat tidur nyenyak;
  • dapat menikmati kehidupan sosial;
  • dapat berkarya lebih baik;
  • dapat meningkatkan produktivitas kerja;
  • berpikir sehat dan positif;
  • merasa tentram dan nyaman;
  • memiliki rasa percaya diri dan hidup seimbang
Dalam UU no. 23 tahun 1992, dijelaskan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dari definisi tersebut jelas terlihat bahwa kesehatan bukanlah semata-mata keadaan bebas dari penyakit, cacat atau kelemahan. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hidup sehat secara jasmani, sosial, dan rohani merupakan hak setiap orang. sedangkan yang dimaksud dengan pola hidup sehat adalah segala upaya menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat dilingkungan  dan menghindarkan diri dari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
Kebiasaan-kebiasaan baik, dalam pola hidp sehat yang perlu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, meliputi:
  • pemeliharaan kebersihan dan kesehatan pribadi, terutama kesehatan kulit, rambut, kuku, mata, telinga, mulut, gigi, tangan, dan kaki serta memakai pakaian yang bersih, selain itu tubuh juga perlu gerak dan istirahat yang cukup;
  • makan makanan yang sehat, yang memnuhi kebutuhan gizi seimbang. Hidangan gizi seimbang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur yang dikonsumsi seseorang dalam satu hari secara seimbang sesuai kebutuhan tubuh;
  • makanan yang dimakan juga harus selalu disesuaikan dengan jenis aktivitas tubuh yang dilakukan, serta keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran energi, sehingga tercapai berat tubuh yang proporsional;
  • pemeliharaan kesehatan lingkungan yang berarti menjaga kebersihannya. Untuk itu 3 faktor utama yang harus terpenuhi untuk menjaga kesehatan lingkungan adalah: tersedianya air besih, terakomodasinya pembuangan sampah dan limbah serta terjaganya kebersihan dan kesehatan kamar mandi, wc dan peturasan;
  • pemeriksaan kesehatan secara bekala untuk mengetahui secara dini adanya gangguan kesehatan atau penyakit, sehingga pengobatannya akan lebih mudah daripada penyakitnya sudah bertambah parah;
  • menghindari kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan seperti merokok dan minum alkohol serta penyalahgunaan obat, narkotik dan zat adiktif lainnya. Juga perlu dihindari terjadinya kontak langsung dengan orang yang menderita penyakit menular;
  • Hindari memakai perlengkapan pribadi orang lain, seperti sikat gigi, sabun mandi, handuk, pakaian, sendok, gelas dan sisir;
  • jangan melakukan hubungan suami-isteri pra-nikah, atau berperilaku tidak sehat, karena dapat terkena penyakit PMs, termasuk virus HIV;
  • mengendalikan stress dengan cara menyelesaikan pekerjaan satu persatu pada satu saat, selalu bersikap ramah dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME, serta cukup tidur teratur setiap harinya sehingga badan akan mendapatkan kesegaran di hari berikutnya;
  • Olahraga dan aerobik. olahraga adalah menggerakkan tubuh dalam jangka waktu tertentu. Aerobik adalah setiap aktivitas fisik yang dapat memacu jantung dan peredaran darahserta pernapasan yang dilakuan dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga menghasilkan perbaikan dan manfaat kepada tubuh.
Pengertian Pola Hidup Sehat Menurut ahli
Menurut Kotler [2002 p 192] pola hidup sehat adalah gambaran dari aktivitas atau kegiatan kita yang di dukung oleh keinginan dan minat kita dan bagaimana pikiran kita menjalaninya dalam berinteraksi dengan linkungan kita. Tentu nya akan hal yang baik baik ya.
Tahukah anda orang orang zaman dahulu sehat sehat, bahkan umur mereka lebih panjang dari pada kita, padahal mereka belum mengerti pola hidup sehat secara alami ataupun hidup yang berkualitas, tapi kenapa mereka tetap sehat sehat saja?. Jawabannya adalah mereka selalu memakan makanan yang masih segar, tanpa pengawet, tanpa zat zat kmia yang terkandung di dalamnya. Mereka juga tidak pernah mengkonsumsi makanan siap saji yang banyak mengandung zat zat kimia yang perlahan lahan mengikis kesehatan seperti kita.
Berbeda dengan kita, kita terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaan, lupa waktu akan makan, selain tidak teratur kita terkadang cenderung mengkonsumsi makanan siap saji, tidur larut malam, meminum suplemen penambah energi, mengkonsumsi zat zat kimia. Dan tak jarang banyak diantara kita yang meninggal usia muda, baik itu terkena komplikasi penyakit, seperti sakit jantung, sakit kanker, sakit stroke, darah tinggi, dan diabetes. Dan menurut data WHO 70 % kematian masyarakat dunia akibat penyakit tersebut.
Nah dari situlah kita sangat perlu melakukansepenuhnya pengertian pola hidup sehat agar kita tetap bisa mencegah hal hal buruk dari gaya hidup buruk, yang merusak kesehatan dan hak untuk sehat.

 B. PENGERTIAN KESEHATANROHANI (JIWA)


KesehatanJiwa  adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. 

Kesehatan jiwa meliputi :
  • Bagaimana perasaan anda terhadap diri sendiri
  • Bagaimana perasaan anda terhadap orang lain 
  • Bagaimana kemampuan anda mengatasi persoalan hidup anda Sehari - hari.

Fungsi mempelajari kesehatan jiwa adalah:
  • Pencegahan, Pencegahan akan ketidakpuasan atau tidak terpenuhi segala kebutuhan. Pencegahan  dilakukan agar terpenuhinya rasa cinta atau rasa sayang yang menimbulkan jiwa seseorang aman.
  • Perbaikan, Kesehatan mental berfungsi agar individu dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, akhirnya ia dapat diterima oleh lingkungannya maka akan timbul rasa aman pada diri individu tersebut. 
  • Pengembangan, Kesehatan mental berfungsi untuk mengembangkan individu agar terhindar dari kecemasan, yang mana apabila kecemasan yang berlebihan itu akan menyebabkan gangguan jiwa. Sehingga apabila individu itu terhindar dari kecemasan-kecemasan, maka akan menimbulkan rasa aman.
Tujuan mempelajari kesehatan jiwa adalah :
  • Menyehatkan jiwa, Tujuan mempelajari kesehatan mental yaitu menyehatkan kesehatan jiwa karena kita tahu dengan apa yang menyebabkan ganguan jiwa sehingga tercipta mental yang normal.
  • Mencegah hal-hal yang menyebabkan gangguan jiwa 
  • Membina jiwa agar tidak terkena gangguan mental / jiwa, sehingga tercipta rasa aman, diterima dalam lingkungannya, dan lain-lain.



Dalam sidang WHO pada Tahun 1959 di Geneva telah berhasil merumuskan kriteria jiwa yang sehat. Seseorang dikatakan mempunyai jiwa sehat menurut WHO apabila yang bersangkutan itu:
  1. Dapat menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya.
  2. Memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya.
  3. Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.
  4. Secara relatif bebas dari rasa tegang (stress), cemas dan depresi.
  5. Berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong dan saling memuaskan.

Dalam kaitannya dengan definisi jiwa sehat menurut WHO, maka pada tahun 1984 Organisasi Kesehatan se Dunia (World Health Organization) telah menambahkan dimensi agama sebagai salah satu dari 4 pilar sehatan; yaitu kesehatan manusia seutuhnya meliputi: sehat secara jasmani/ fisik (biologik); sehat secara kejiwaan (psikiatrik/ psikologik); sehat secara sosial; dan sehat secara spiritual (kerohanian/ agama).
Manusia yang sehat seutuhnya adalah manusia yang beragama, dan hal ini sesuai dengan fitrah manusia. Keempat dimensi sehat tersebut di atas diadopsi oleh the American Psychiatric Association dengan paradigma pendekatan bio­psycho-socio-spiritual.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, maka dalam perkembangan kepribadian seseorang mempunyai 4 dimensi holistik, yaitu agama, organobiologik, psiko-edukatif dan sosial budaya.



Saturday, January 25, 2014

Memilih Pemimpin Indonesia Masa Depan

        Masyarakat Indonesia sudah mengalami pembelajaran cukup banyak tentang kepemimpinan Bangsa Indonesia sejak berdirinya NKRI sampai saat ini. dari pengalaman-pengalaman tersebut mari kita ambil hikmahnya dan mulai berfikir bagaimana memilih para pemimpin bangsa ini lebih baik untuk mencapai cita-cita keadilan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. dengan harapan Indonesia lebih cerah dan gemilang di mata dunia juga menjadi negara yang kuat tidak diremehkan atau dilecehkan dengan negara lain.

         Selama ini Indonesia di mata dunia negara besar dengan jumlah penduduk banyak, kemiskinan juga paling banyak, korupsi terbesar di dunia, nilai mata uang rendah. Maraknya aksi kekerasan, termasuk aksi terorisme yang terjadi di negeri ini, dipicu kesenjangan sosial dan kemiskinan yang jaraknya terlalu jomplang. di Indonesia, yang kaya terlampau kaya, sebaliknya, yang miskin sangat melarat.

           Perlu adanya perubahan gaya kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, peduli memikirkan rakyat, dan berpihak kepada rakyat. kerinduan masyarakat terhadap sang pemimpin sangat beralasan, dimana tidak ketika sebelum terpilih dulu punya segudang janji namun janji hanyalah sebuah janji yang belum tahu kapan harus ditepati.
    
          Selaku masyarakat, mereka cukup sadar diri, mungkin apa yang diminta tidak sebanding dengan pengorbanan rakyat pada saat melakukan sesuatu pada saat dimulainya perebutan kursi panas untuk memilih sang pemimpin. Namun apa hendak dikata inilah bunga-bunga kehidupan untuk lebih bisa becermin dalam menentukan dan memilih sesuatu harus dengan pertimbangan.
“harus betul-betul tahu rekam jejak orang-orang yang akan kami pilih nantinya pada pelihan  legislative maupun eksekutif. Tidak seperti sekarang, ada pemimpin tidak tahu rakyat yang mana yang dia pimpin. 

              Tokoh yang berani melakukan terobosan, Nyata kerjanya, Keberaniannya untuk menentang sistem yang salah yang telah berlangsung lama, juga selalu membawa gebrakan pembaharuan merupakan sosok yang tepat saat ini untuk membawa Bangsa Indonesia cerah dan gemilang di masa depan. disamping mempunyai jiwa kejujuran dan merakyat.

              Mari rakyat Indonesia mempertimbangkan sebelum melangkah dalam memilih ingat nasib rakyat dan bangsa di tangan para pemimpin, pilih pemimpin yang membawa perbaikan bangsa yang mampu melayani dan membela kepentingan rakyat.

Mustaqfirin, ZA

Friday, December 6, 2013

Pemimpin di Cintai Rakyat

       Kredibilitas seorang pemimpin terlihat kokoh dimata rakyat apabila pemimpin itu mau dekat sama rakyat melihat, mendengar juga menyapa rakyatnya mereka merasa diwongke atau tidak sungkan sungkan berdiskusi, ramah tamah duduk besama dalam menyelesaikan masalah disehingga rakyat merasa di manusiakan oleh pemimpinnya. Sehingga tidak adanya tekanan-tekanan terhadap rakyat dan rakyat akan tunduk dan patuh segala aturannya. Dalam urusan yang erat kaitannya dengan rakyat dibahas secara diskusi damai terhadap rakyat yang berkepintingan akhirnya berbagai persoalan dapat diselesaikan bila komunikasi intens antara pemimpin dan rakyatnya. Jangan sungkan juga diplomasi dilakukan dengan duduk makan bersama, ini merupakan bentuk komunikasi politik yang bagus antara eksekutif terhadap rakyat atau pihaak lainnya sebagai kepentingan tertentu asal jangan ada istilah money politic.Yang pasti, hal itu akan dapat menghindari kesalahpahaman. Jangan merasa malu jadi pemimpin berdampingan dengan rakyat dan jangan merasa direndahkan dalam falsafah Jawa, ada peribahasa "nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake", yang artinya "menyerbu tanpa perlu mengerahkan pasukan, menang tanpa mempermalukan". Pemimpin bisa mencairkan permasalahan tanpa adanya kekejaman/kekerasan, bisa mengambil jalan mengalah tapi dalam artian berdamai mau mencari solusi yang tepat unuk mencapai cita-cita kesejahteraan rakyatnya. Segala permasalahan dapat diselesaikan tanpa melalui cara-cara kekerasan. Ia mengedepankan sikap merendahkan hati tanpa perlu mempermalukan. Kalau kita bandingkan dengan cara-cara rezim pemimpin dahulu, pendekatan sebaiknya memanusiakan manusia. 
         Pada prinsipnya, orang Jawa memiliki sikap andhap asor (rendah hati) dan tidak suka mempermalukan orang lain. Dalam setiap persoalan, diupayakan agar kita mencapai keinginan tanpa harus membuat orang lain merasa dikuasai atau dikalahkan. Seorang pemimpinh harus percaya sewu dalan (seribu jalan) untuk mencapai tujuan tanpa harus menempatkan orang lain sebagai lawan. Ungkapan menang tanpa ngasorake sangat tepat untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. 

         Semua diarahkan untuk menghindari timbulnya konflik. Ini berkaitan erat dengan ungkapan wani ngalah luhur wekasane (berani mengalah luhur pada akhirnya). Kita pahami betul falsafah Jawa menang tanpa ngasorake harus dipraktikkan dalam kepemimpinannya. Dalam menyelesaikan persoalan, pemimpin tidak ingin rakyatnya merasa kalah atau dipermalukan. Bila rakyat diwongke, dimanusiakan, persoalan lebih mudah diselesaikan. Itulah makna diplomasi yang baik akan tercipta kebaikan pula.

Monday, December 2, 2013

Pengertian Iman, Islam dan Ihsan



IMAN, ISLAM DAN IHSAN

1.      IMAN

Pengertian Iman

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman  adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, kemudian diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.
Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:



“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh karena itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.
Iman memiliki beberapa tingkatan, sebagaimana terdapat dalam sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :


اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ.
“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang atau lebih dari enam puluh cabang, cabang yang paling tinggi adalah ucapan laa ilaaha illallaah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (rintangan) dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang iman.”

Rukun Iman ada enam, yaitu:
1.Iman kepada Allah.
2. Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya.
3. Iman kepada Kitab-Kitab-Nya.
4. Iman kepada Rasul-Rasul-Nya.
5. Iman kepada hari Akhir.
6. Iman kepada takdir yang baik dan buruk.

Keenam rukun iman ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu dalam jawaban Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam atas pertanyaan Malaikat Jibril Alaihissallam tentang iman, yaitu:


أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari Akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk.”


2.      ISLAM

Pengertian Islam

Islam secara etimologi (bahasa) berarti tunduk, patuh, atau berserah diri. Adapun menurut syari’at (terminologi), apabila dimutlakkan berada pada dua pengertian:

Pertama: Apabila disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup seluruh agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), juga seluruh masalah ‘aqidah, ibadah,  perkataan dan perbuatan.

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:


إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ


“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19)

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]
Menurut Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahulllah, definisi Islam adalah:

اْلإِسْلاَمُ: َاْلإِسْتِسْلاَمُ ِللهِ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِنْقِيَادُ لَهُ باِلطَّاعَةِ وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِهِ.
Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.”

Kedua: Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah yang dengannya terjaga diri dan hartanya , baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata iman berkaitan dengan amal hati.
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:


قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Orang-orang Arab Badui berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah (kepada mereka), ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.’” [Al-Hujuraat: 14]

Tidak diragukan lagi bahwa prinsip agama Islam yang wajib diketahui dan diamalkan oleh setiap muslim ada tiga, yaitu; (1) mengenal Allah Azza wa Jalla, (2) mengenal agama Islam beserta dalil-dalilnya [4], dan (3) mengenal Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mengenal agama Islam adalah landasan yang kedua dari prinsip agama ini dan padanya terdapat tiga tingkatan, yaitu Islam, Iman dan Ihsan. Setiap tingkatan mempunyai rukun sebagai berikut:

Islam memiliki lima rukun, yaitu:

1.        Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan Allah.
2.        Menegakkan shalat.
3.        Membayar zakat.
4.        Puasa di bulan Ramadhan
5.        Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke sana.

Kelima rukun Islam ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ;

اْلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً.

“Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu menuju ke sana.
Juga sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam :

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ.
“Islam dibangun atas lima hal: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan haji ke Baitullah.”

3.      IHSAN
Ihsan berasal dari bahasa yang artinya berbuat baik/ kebaikan. Sedangkan menurut istilah yaitu perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang dengan niat hati beribadah kepada Allah SWT.


Para ulam menggolongkan Ihsan menjadi 4 bagian yaitu:
1. Ihsan kepada Allah
2. Ihsan kepada diri sendiri
3. Ihsan kepada sesama manusia
4. Ihsan bagi sesama makhluk

Untuk menelusuri ihsan secara mendalam» maka terlebih dahulu manusia harus kembali menyadari posisinya serta mandat yang diberikan Allah SWT kepadanya sebagai khalifah Allah. Sebagai khalifah, maka hendaknya ia menjadi hamba yang setia sebagaimana tujuan penciptaannya. Begitu pula tugas di bumi, ia harus memakmurkan bumi ini. Kedua tugas tersebut tidak boleh diabaikan sebab dapat mencelakakan manusia sendiri. Allah SWT berfirman; Telah ditimpakan kehinaan (krisis) kepada mereka (manusia) di mana saja berada, kecuali bagi mereka yang baik hubungannya dengan Allah dan kepada sesama manusia.

Al - Ghazali mengemukakan bahwa orang yang mau berhubungan langsung dengan Allah maka harus terlebih dahulu memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Untuk mengenal Allah SWT maka sebelumnya perlu mengenal diri sendiri, karena pada diri sendiri setiap manusia ada unsur ketuhanan. Sementara cara untuk mengenal diri adalah dengan mengetahui proses kejadian manusia itu sendiri.

Tingkatan Ketiga: Ihsan
Ihsan memiliki satu rukun yaitu engkau beribadah kepada Allah Azza wa Jalla seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu dalam kisah jawaban Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Jibril Alaihissallam ketika ia bertanya tentang ihsan, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.

Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka bila engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.”

Tidak ragu lagi, bahwa makna ihsan secara bahasa adalah memperbaiki amal dan menekuninya, serta mengikhlaskannya. Sedangkan menurut syari’at, pengertian ihsan sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam :

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.

Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu.”

Maksudnya, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan ihsan dengan memperbaiki lahir dan batin, serta menghadirkan kedekatan Allah Azza wa Jalla, yaitu bahwasanya seakan-akan Allah berada di hadapannya dan ia melihat-Nya, dan hal itu akan mengandung konsekuensi rasa takut, cemas, juga pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla, serta mengikhlaskan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla dengan memperbaikinya dan mencurahkan segenap kemampuan untuk melengkapi dan menyempurnakannya

Tanda-tanda seseorang mukmin menjadi seorang mukhsin yaitu:
1. Selalu mengingat Allah
2. Senang berbuat kebaikan
3. Meninggalkan hal-hal yang tidak berguna
4. Istiqomah

KAITAN IMAN, ISLAM DAN IHSAN
Barang siapa yang telah bersifat Islam, maka ia dinamakan muslim, dan siapa yang yang bersifat Iman, maka ia dinamai orang m’umin. Dan sesungguhnya islam dan iman itu tidak dapat dipisahkan.
Dengan demikian, apabila seorang Islam tetapi tidak Iman, maka ia tidak akan mendapat faedah di akhirat, walapun dhahirnya Islam. Inilah yang disebut dengan kafir zindiq dan akan berada di dalam siksa neraka selama-lamanya. Begitu juga sebaliknya, jika seorang ber-iman tetapi tidak Islam, maka ia tidak selamat dari siksa neraka yang amat hebat, mereka itu bukanlah mu’min muslim asli  tetapi mu’min muslim tabai, yang ber-iman dan ber-islam karena mengikuti kedua orang tuanya atau nenek moyangnya.
Antara iman, islam dan ihsan, ketiganya tak bisa dipisahkan oleh manusia di dunia ini, kalau diibaratkan hubungan diantara ketiganya adalah seperti segitiga sama sisi yang sisi satu dan sisi lainya berkaitan erat. Segitiga tersebut tidak akan terbentuk kalau ketiga sisinya tidak saling mengait. Jadi manusia yang bertaqwa harus bisa meraih dan menyeimbangkan antara iman, islam dan ihsan.

Hubungan timbal balik  antara ketiganya. Iman yang merupakan landasan awal,  bila diumpamakan sebagai pondasi dalam keberadaan suatu rumah, sedangkan islam merupakan entitas yang berdiri diatasnya. Maka, apabila iman seseorang lemah, maka islamnya pun akan condong, lebih lebih akan rubuh. Dalam realitanya mungkin pelaksanaan sholat akan tersendat-sendat, sehingga tidak dilakukan pada waktunya, atau malah mungkin tidak terdirikan. Zakat tidak tersalurkan, puasa tak terlaksana, dan lain sebagainya. Sebaliknya, iman akan kokoh bila islam seseorang ditegakkan. Karena iman terkadang bisa menjadi tebal, kadang pula menjadi tipis, karena amal perbuatan yang akan mempengaruhi hati. Sedang hati sendiri merupakan wadah bagi iman itu. Jadi, bila seseorang tekun beribadah, rajin taqorrub, maka akan semakin tebal imannya, sebaliknya bila seseorang berlarut-larut dalam kemaksiatan, kebal akan dosa, maka akan berdampak juga pada tipisnya iman.

Adapun ihsan, bisa diumpamakan sebagai hiasan rumah, bagaimana rumah tersebut bisa terlihat mewah, terlihat indah, dan megah. Sehingga padat menarik perhatian dari banyak pihak. Sama halnya dalam ibadah, bagaimana ibadah ini bisa mendapatkan perhatian dari sang kholiq, sehingga dapat diterima olehnya. Tidak hanya asal menjalankan perintah dan menjauhi larangannya saja, melainkan berusaha bagaimana amal perbuatan itu bisa bernilai plus dihadapan-Nya. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas kedudukan kita hanyalah sebagai hamba, budak dari tuhan, sebisa mungkin kita bekerja, menjalankan perintah-Nya untuk mendapatkan perhatian dan ridlonya. Disinilah hakikat dari ihsan.